Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Trauma:pengertian dan cara pemulihannya PTSD

 

       MANGAN ENAK9_trauma: pengertian dan cara pemulihannya PTSD

Ini merupakan lanjutan artikel dari  stres:pengertian dan cara mengatasinya. Ulasan kita lanjutkan ke topik trauma.

Merujuk dari keterangan sebuah buku yang berjudul trauma dan pemulihannya,berikut ulasan lengkapnya.

PENGERTIAN TRAUMA

Baca artikel sebelumnya

Shapiro menyatakan trauma merupakan pengalaman hidup yang mengganggu keseimbangan biokimia dari sistem
informasi pengolohan psikologi otak. Keseimbangan ini menghalang pemprosesan informasi untuk meneruskan proses
tersebut dalam mencapai suatu adaptif sehingga persepsi,emosi, keyakinan dan makna yang diperoleh dari pengalaman
tersebut “terkunci” dalam sistem saraf18.

Jarnawi menyatakan bahwa trauma merupakan gangguan psikologi yang sangat
berbahaya dan mampu merusakkan keseimbangan kehidupan manusia.

Cavanagh dalam Mental Health Channel menyatakan tentang pengertian trauma adalah suatu peristiwa yang luar biasa yang menimbulkan luka dan perasaan sakit, tetapi juga sering diartikan sebagai suatu luka atau perasaan sakit berat akibat sesuatu kejadian luar biasa yang menimpa seseorang langsung atau tidak langsung baik luka fisik maupun luka psikis atau kombinasi kedua-duanya. 

Berat ringannya suatu peristiwa akan dirasakan berbeda oleh setiap orang, sehingga pengaruh
dari peristiwa tersebut terhadap perilaku juga berbeda antara seseorang dengan orang lain.

Penyebab trauma bisa terjadi dari sebab salah satu atau dua daripada berikut, yaitu:

 (1)seseorang yang mengalami, menyaksikan atau berhadapan dengan kejadian ngeri yang menyebabkan kematian,cidera serius atau mengancam fisik diri atau orang lain.

(2) respon individu terhadap ketakutan, rasa tidak ada harapan, horror.

Trauma bisa saja melanda siapa saja yang mengalami suatu peristiwa yang luar biasa seperti perang, terjadi perkosaan,kematian akibat kekerasan pada orang-orang tercinta, dan juga bencana alam seperti gempa dan tsunami. 

Gangguan pasca trauma bisa dialami segera setelah peristiwa traumatis terjadi,bisa juga dialami secara tertunda sampai beberapa tahun sesudahnya. Korban biasanya mengeluh tegang, insomnia (sulit tidur), sulit berkonsentrasi dan ia merasa ada yang mengatur hidupnya, bahkan yang bersangkutan kehilangan makna hidupnya. 

Lebih parah lagi, orang yang mengalami
gangguan pasca traumatic berada pada keadaan stress yang berkepanjangan, yang dapat berakibat munculnya gangguan
otak, berkurangnya kemapuan intelektual, gangguan emosional.

MACAM-MACAM JENIS TRAUMA:

1. Trauma situasional sering terjadi akibat bencana alam, kecelakaan kenderaan, kebakaran, perampokan,perkosaan perceraian, kehilangan pekerjaan, ditinggal mati oleh orang yang dicintai, kegagalan dalam bisnis, tidak naik kelas bagi beberapa siswa, dan sebagainya. 

2. Trauma perkembangan sering terjadi pada setiap tahap perkembangan,seperti penolakan teman sebaya, kelahiran yang tidak dikehendaki, peristiwa yang berhubungan dengan kencan,berkeluarga dan sebagainya. 

3. Trauma intrapsikis,trauma ini sering terjadi akibat kejadian internal seseorang yang memenculkan perasaan cemas yang sangat kuat, seperti munculnya homo seksual, munculnya perasaan benci pada seseorang yang seharusnya dicintai, dan sebagainya. 

4. Trauma eksistensional, trauma ini sering terjadi akibat munculnya kekurang dalam kehidupan.

JENIS TRAUMA MENURUT PARA PAKAR

Vikram menyatakan ada beberapa jenis trauma yang dikenali, yaitu: 

(1) trauma personal (korban perkosaan,
kematian orang tercinta, korban kejahatan, dll) Perang dan keganasan.

(2) trauma mayor (bencana alam, kebakaran, dll)
trauma mayor umumnya menyebabkan trauma pada sejumlah besar orang pada waktu yang sama.

Cavanagh mengelompokkan trauma berdasarkan kejadian traumatik yaitu: trauma situasional, perkembangan, intrapsikis dan eksistensional:

(1) Trauma situasional adalah trauma yang disebabkan oleh situasi seperti bencana alam, perang, kemalangan,kebakaran, rompakan, perkosaan, perceraian, kehilangan pekerjaan, ditinggal mati oleh orang yang dicintai, gagal
dalam perniagaan, tidak naik kelas bagi beberapa pelajar, dan sebagainya.

(2) Trauma perkembangan adalah trauma dan stres yang terjadi pada setiap tahap pekembangan, seperti penolakan
dari teman sebaya, kelahiran yang tidak diingini, peristiwa yang berhubungan dengan kencan,berkeluarga, dan sebagainya.

(3) Trauma intrapsikis adalah trauma yang disebabkan kejadian dalaman seseorang yang memunculkan perasaan cemas yang
sangat kuat seperti perasaan homo seksual, benci kepada orang yang seharusnya di cintai, dan sebagainya.

(4) Trauma eksistensial yaitu trauma yang diakibatkan karena kurang
berhasil dalam hidup.

Selain daripada itu pengelompokan lain di lakukan mengikut pada jenis kejadiannya seperti kekerasan baik seksual maupun perkataan, bencana alam, serangan binatang
maupun manusia, konflik atau peperangan. 

Ada juga yang mengelompokkan mengikut rentang waktu peristiwa yang di alami seseorang seperti one-time trauma yaitu trauma yang disebabkan satu kali peristiwa yang menyakitkan seperti bencana alam, perkosaan, perampokan, kecelakaan lalu lintas,dan sebagainya.

Polong trauma, di akibatkan oleh tebusan,
penculikan, pemenjaraan atau penyekapan. Penggolongan lain juga ada berdasarkan pada munculnya kejala-gejala gangguan stres pasca trauma, yaitu: 

Acute PTSD bila gejala muncul di bawah tiga bulan setelah terjadi peristiwa troumatik, cronic
PTSD bila gejala muncul setelah tiga bulan dari waktu terjadi peristiwa traumatik, dan delayed onset PTSD bila gejala muncul setelah enam bulan dari waktu terjadi trauma.

Trauma ini dapat dikatakan sangat berbahaya apabila di derita oleh individu, kelompok maupun bangsa.Orang-orang yang mengalami keadaan ini akan mempunyai risiko yang sangat tinggi kepada kesehatan fisik dan mental, serta pada perilaku dan daya kreativitasnya, dan bila tidak mendapatkan bantuan dan penanganan yang profesional, dan berkelanjutan,maka penderita akan terus mengalami trauma berkepanjangan. Bila trauma ini diderita
oleh anak-anak, maka ia akan sulit beradaptasi ketika remaja. 

Dan bila di derita oleh remaja, maka ia akan sulit memasuki dunia kerja yang penuh tantangan. Dan bila trauma ini di derita
oleh orang dewasa, maka ia akan sulit berinteraksi dengan kelompok sosialnya, dan bila trauma ini di alami oleh manula,
maka ia akan sulit menata hidup di hari tuanya.

PENANGANAN PADA PENDERITA TRAUMA


1. pengobatan farmakoterapi dapat berupa terapi obat hanya dalam hal kelanjutan pengobatan pasien yang sudah dikenal. Obat yang biasa digunakan adalah benzodiazepin, litium, camcolit dan zat pemblok beta-obat tersebut biasanya diresepkan sebagai obat yang sudah diberikan sejak lama dan kini dilanjutkan sesuai yang diprogramkan, dengan kekecualian, yaitu benzodiazepin contoh, estazolam 0,5-1 mg per os, Oksanazepam10-30 mg per os, Diazepam 5-10 mg per os, Klonaz-epam 0,25-0,5 mg per os, atau Lorazepam 1-2 mg per os atau IM– juga dapat diguna-kan dalam UGD atau kamar praktek terhadap ansie tas yang gawat dan agitasi yang timbul bersama gangguan stres pasca traumatik tersebut.

2. Pada anxiety management, terapis akan mengajarkan beberapa ketrampilan untuk membantu mengatasi gejala PTSD dengan lebih baik melalui: relaxation training, yaitu belajar mengontrol ketakutan dan kecemasan secara sistematis dan merelaksasikan kelompok otot -otot utama; breathing retraining, yaitu belajar bernafas dengan perut secara perlahan -lahan, santai dan menghindari bernafas dengan tergesa - gesa yang menimbulkan perasaan tidak nyaman, bahkan reaksi fisik yang tidak baik seperti jantung berdebar dan sakit kepala; positive thinking dan self-talk, yaitu belajar untuk menghilang-kan pikiran negatif dan mengganti dengan pikiran positif ketika menghadapi hal –hal yang membuat stress.

 asser-tiveness training, yaitu belajar bagaimana mengekspresikan harapan, opini dan emosi tanpa menyalahkan atau menyakiti orang lain.

Dalam cognitive therapy, terapis membantu untuk merubah kepercayaan yang tidak rasional yang mengganggu emosi dan mengganggu aktifitas. 

Misalnya seorang korban kejahatan mungkin menyalahkan diri sendiri karena tidak hati -hati. Tujuan kognitif terapi adalah mengidentifikasi pikiran-pikiran yang tidak rasional,mengumpulkan bukti bahwa pikiran tersebut tidak rasional untuk melawan pikiran tersebut yang kemudian mengadopsi pikiran yang lebih realistik untuk membantu mencapai emosi yang lebih seimbang.

Sementara itu, dalam exposure therapy para terapis membantu meng-hadapi situasi yang khusus, orang lain, obyek, memori atau emosi yang meng -ingatkan pada trauma dan menimbulkan ketakutan yang tidak realistik dalam kehidupannya. 

Terapi dapat berjalan dengan cara: exposure in the imagination, yaitu bertanya pada penderita untuk mengulang cerita secara detail sampai tidak mengalami hambatan menceritakan; atau exposure in reality, yaitu membantu menghadapi situasi yang sekarang aman tetapi ingin dihindari karena menyebabkan ketakutan yang sangat kuat.

misal: kembali ke rumah setelah terjadi perampokan di rumah.
Ketakutan bertambah kuat jika kita berusaha mengingat situasi tersebut dibanding berusaha lupakannya. Pengulangan situasi
disertai penyadaran yang berulang akan membantu menyadari situasi lampau yang menakutkan tidak lagi berbahaya dan dapat diatasi.

Sementara itu dalam terapi bicara memperlihatkan bahwa dalam sejumlah studi penelitian dapat membuktikan bahwa terapi saling berbagi cerita mengenai trauma, mampu memperbaiki kondisi jiwa penderita. Dengan berbagi, bisa memperingan beban pikiran dan kejiwaan yang dipendam.

Bertukar cerita membuat merasa senasib, bahkan merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Kondisi ini memicu seseorang untuk bangkit dari trauma yang diderita dan melawan kecemasan.

Psikoterapi adalah terapi berbicara. Ia melibatkan percakapan dengan profesional kasehatan mental untuk merawat penyakit mental. Percakapan terapi rawatan untuk PTSD(Post Traumatic Stress Disorder/Gangguan Stres Pasca Trauma) biasanya berlangsung selama 6 hingga 12 minggu, tetapi dapat mengambil waktu yang lebih. Banyak jenis psikoterapi yang dapat membantu orang dengan PTSD.

Setengah jenis sasaran gejala PTSD langsung adalah tumpuan kepada sosial keluarga memberi terapi lain, atau masalah yang menentukan.

Terdapat beberapa bahagian untuk terapi ini, yaitu:

1. Terapi terbuka
Terapi ini membantu rakyat menghadapi dan mengawal ketakutan mereka. Ia meluahkan mereka kepada trauma yang mereka alami dengan cara yang selamat.

 Terapi menggunakan alat-alat untuk membantu orang dengan PTSD ialah dengan menghadapi perasaan mereka. Mereka mungkin merasa bersalah atau malu tentang apa yang bukan salah mereka.Ini bisa juga untuk korban perang dan trauma dalam skala besar.

2.  latihan tekanan inokulasi.
Terapi ini mencoba untuk mengurangi gejala PTSD dengan mengajarkan orang bagaimana untuk mengurangi keresahan.

Seperti penstruktural kembali kognitif, karena perawatan ini akan membantu orang banyak melihat kenangan mereka dengan cara yang sehat.

Semua penyakit pasti ada obanya, tinggal bagaimana seseorang melihat penyakit tersebut membahayakan atau menyusahkan dirinya.

Shering kepada sahabat yang kita percayai juga bisa jadi jalan alternatif,Karena dengan menceritakan apa yang dirasakan di dalam hati akan mengurangi beban dengan demikian juga mengurangi kesedihan dan ini dapat mengurangi trauma.

Semoga kita dalam keadaan sehat serta selalu dalam lindungan Allah SWT.amin.
Sekian,jangan lupa berbagi kebahagian dan informasi kepada sesama.

Salam sehat


Post a Comment for "Trauma:pengertian dan cara pemulihannya PTSD"